HR Rockstar!
Saturday, 09 January 2010 22:17
Sylvanus Hardiyanto
"Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan. Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi. Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan…"
Saya suka menggunakan istilah “HR Rockstar!” bagi HR Professional yang benar-benar melakukan pekerjaannya dengan kesenangan dan kecintaan, menjalankan pekerjaannya bagai hobby, bukan beban. HR Rockstar! memiliki passion terhadap apa yang dilakukan dalam pekerjaannya. Biasanya hasil karya HR Rockstar! memiliki ‘nyawa’ dan dengan nilai skor diatas rata-rata.
HR Rockstar! selalu total dalam setiap proses pekerjaannya, mulai dari persiapan hingga eksekusi bahkan dalam maintaining. Adrenalinnya terpacu ketika menemui tantangan dalam pekerjaannya dan berusaha menyelesaikannya dengan solusi yang elegan. HR Rockstar! selalu ingin mengembangkan apa yang dia tahu namun tidak pelit untuk membagi apa yang dia tahu dan kuasai kepada banyak orang.
HR Rockstar! selalu haus akan ilmu dan perkembangan terkini dari apa yang ia kerjakan. Tidak hanya sekedar pasrah menjalani yang ada, namun berupaya untuk membuat yang ada menjadi jauh lebih efektif dan efesien , minimal untuk kemajuan di unit kerja, departemen lebih luas lagi bagi organisasi.
HR Rockstar! tidak takut akan perubahan, bahkan selalu berusaha menjadi bagian dari perubahan tersebut. Pikirannya selalu mampu mendeteksi hal-hal yang patut diubah dan siap atas konsekuensi perubahan tersebut.
Tidak dibutuhkan waktu yang lama untuk mengenali sang HR Rockstar!. Dia akan dengan mudah beradaptasi dalam lingkungan baru dan langsung bisa menunjukkan hasil kerja yang baik, bahkan sangat baik.
Jika HR Rockstar! memiliki bawahan, ia tidak sedikit pun kawatir jika bawahannya ‘lebih pintar’, bahkan terus memotivasi bawahannya untuk selalu lebih maju dan maju lagi dan menyiapkannya menjadi pengganti dirinya.
Namun demikian, HR Rockstar! juga manusia, bukan Superman atau Superwoman. Yang pada suatu waktu bisa saja ‘mentok’. Biasanya ketika berada dalam kondisi lingkungan kerja yang tidak bisa mengikuti ritme laju percepatan sang HR Rockstar!
Ketika kondisi itu terjadi biasanya yang dilakukan oleh HR Rockstar! adalah keluar dari lingkaran yang membuat dirinya pasif hanya duduk manis, mengangguk-angguk setuju atas apa yang bertentangan dengan yang semestinya.
Ya, HR Rockstar! memiliki dignity dan loyalitas yang tinggi pada profesinya, bukan pada atasannya ataupun organisasinya.
Jadi, apa yang harus dilakukan untuk menjadi seorang HR Rockstar? Bersambung...
Last Updated on Saturday, 09 January 2010 22:29
|
|
|
|
|
Page 1 of 6 |